Satu-satunya di dunia. Satu-satunya di Indonesia. Sesekali mampirlah ke negeri orang utan. Mereka sepertinya akan senang sekali mendapatkan kunjungan dari manusia yang kagum dengan sosok Urang Utan. Melihat satu orang utan di habitat alaminya jauh lebih membahagiakan dibanding melihat puluhan orang utan di kebun binatang. Jangan lewatkan Taman nasional tujuan wisata kita kali ini: Tanjung Puting.
Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) berada di Kalimantan Tengah. Lokasi tepatnya di Kecamatan Kumai, Pangkalan Bun yang berjarak sekitar 12 jam dari ibukota Kalteng, Palangka Raya. Usai mengurus perijinan memasuki kawasan TNTP, kita naik kapal besar bermuatan 20 orang dari dermaga tepi sungai Kumai. Kapal melaju diatas sungai Kumai menuju Sungai Sekonyer. Jangan lewatkan pemandangan selama perjalanan. Sungai besar dengan hutan di sisi kiri dan kanan kita tentunya bukan pemandangan sehari-hari. Ditambah dengan langit biru bila cuaca sedang bagus. Niscaya sisi romantis kita bakal muncul dengan sendirinya.
Pintu masuk TNTP adalah desa Tanjung Harapan. Disinilah kita melaporkan status turis kita. Ditempat ini pula interaksi pertama kita dengan orang Utan dimulai. Feeding Time atau kegiatan memberi makan orang utan dilakukan tiap pukul 3 sore oleh petugas TNTP.
Berikutnya di Pondok Tanggui sebagai tempat kedua feeding time. Lokasinya dapat dicapai setelah kita berjalan melalui jembatan panjang dari kayu. Sisi kanan dan kiri jembatan tersebut adalah air sungai yang tenang namun cukup membahayakan. Berbahaya karena ada buaya didalamnya. Selama kita menuruti aturan TNTP dan mematuhi petunjuk dari pemandu, keselamatan kita akan terjamin.
Spot terakhir adalah Camp Leakey. Markas ini adalah pusat kegiatan penelitian, penyelamatan dan lainnya yang berhubungan dengan orang utan. Semakin dalam kita masuk ke area TNTP, semakin banyak pula orang utan yang bisa kita lihat. Tiap orang utan memiliki nama layaknya manusia biasa. Mulai dari Tom, Siswi, dan Kosasih. Di tempat ini kita masih melakukan kegiatan feeding time. Melihat satu per satu orang utan berdatangan untuk makan dan interaksi antar orang utan jadi tontonan yang menarik.
Bekantan adalah penghuni TNTP selain orang utan. Monyet besar ini hanya dapat ditemukan di Kalimatan. Primata lain yang ditemukan ditaman ini adalah monyet pemakan daun merah atau langur marun (Presbytis Rubicunda), langur silver (Presbytis Cristata), monyet pemakan kepiting atau makaw ekor panjang (Macaca Fascicularis), dan makaw ekor babi (Macaca Nemestriana).
Menyenangkan memang berlibur ke pantai dan pegunungan. Namun sempatkan pula untuk mengunjungi mutiara nusantara di pulau kalimantan ini. Total kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting hampir 80% adalah wisatawan asing. Satu lagi warisan dunia ada di negara kita. Jadi, terpikir untuk berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting?
Kontributor: Nurul Wachdiyyah