Baduy, sebuah suku pedalaman yang berada di Banten, tepatnya Gunung Kendeng. Jika ingin berwisata di tempat-tempat yang menawarkan suasana dan gaya hidup yang jauh berbeda dengan kehidupan kita sehari-hari, maka Baduy bisa jadi pilihan. Wisata Baduy berarti wisata pantangan dan larangan. Wisata Baduy juga berarti wisata alam. Pengunjung melebur jadi 'orang Baduy', belajar kearifan lokal dan menyatu dengan harmoni alam. Sesuai dengan prinsip hidup masyarakat Baduy : Bersahabat dengan alam.
Kampung Baduy terdiri dari Baduy Luar dan Baduy Dalam. Baduy Dalam hidup dengan cara yang persis sama dengan nenek moyang mereka. Tidak ada listrik, tidak ada suara-suara lain kecuali berasal dari alam, dan tidak ada kontak dengan kecanggihan-kecanggihan jaman sekarang. Mereka sama-sama menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Tapi jangan samakan Sunda di Baduy dengan Sunda di Cianjur.
Kegiatan yang dapat pengunjung lakukan di Baduy adalah menyesapi kehidupan masyarakat Baduy, menyusuri tiap liku perkampungannya. Rumah adat orang Baduy terbuat dari bambu dan dibuat persis sama satu dengan yang lain. Sambil berjalan kaki menghirup udara segar ditemani pemandangan yang asri, pengunjung akan melewati sebuah jembatan gantung dengan sungai Ciujung yang berair bening, mengalir dibawahnya.
Bila di pagi hari pria-pria Baduy berbondong-bondong pulang dari ladangnya sehabis bekerja, maka para wanitanya asyik menenun kain sebagai tanda mata yang nanti dapat dibeli pengunjung. Tangan-tangan wanita Baduy jugalah yang mengolah padi dengan menggunakan Lisung dan Alu. Sebelumnya padi-padi itu mereka simpan di kompleks lumbung padi. Tempat penyimpanan ini bentuknya khas dan unik bernama Leuit.
Siapkan fisik jika berwisata ke Baduy. Jalanan berupa tanjakan kerap kali ditemui disana. Tidak ada puskesmas atau sejenisnya jadi usahakan bawa obat-obatan pribadi. Sertakan pula jaket. Benda yang penting ini akan jadi penghangat jika malam di Baduy yang dinginnya menggigit itu tiba. Siapkan juga bekal uang berlebih untuk membeli cinderamata khas Baduy yang harganya relatif tidak murah. Kita bantu keberlanjutan masyarakat di Kampung Baduy dengan membeli buah tangan karya mereka.
Kontaklah orang dalam di Baduy bila berencana berwisata di kampung Baduy. Mereka akan menyiapkan tempat menginap dan pemandu selama pengunjung ada di sana.
Jadi segerakan membasuh diri dengan kesederhanaan ala kampung Baduy. Semoga jadi bekal jika sudah berjibaku dengan rutinitas di kota nanti.
Kontributor: Nurul Wachdiyyah