Wisata Banda Naira Maluku

Empat negara Eropa pernah memperebutkan wilayah yang kaya rempah-rempah ini. Palawija dan kawan-kawannya jadi bahan jualan yang laku sekaligus mahal. Belanda menggunakan keuntungan penjualan rempah-rempah di Eropa dengan membangun Amsterdam dan Rotterdam. Beberapa tokoh politik nasional pernah diasingkan disini. Jejak Bung Hatta, Sutan Syahrir, Tjipto Mangunkusumo, dan yang lainnya ada dimana-mana. Karenanya aroma sejarah di tanah timur sangat mewangi. Kini orang-orang Barat sering berdatangan ke kawasan Banda Naira. Bukan untuk mengambil rempah-rempahnya, melainkan untuk nostalgia dengan sejarah Banda Naira dan menikmati kawasan eksotiknya.

Banda Naira adalah satu pulau terpencil yang kaya raya. Pulau ini merupakan satu dari sekian banyak wilayah Kepulauan Banda. Untuk mencapainya lumayan makan waktu dan ongkos. Penerbangan dari Jakarta sampai ke Ambon. Dari ibukota Maluku ini perjalanan dilanjut selama 45 menit dengan pesawat ke Banda Naira. Kita pun dapat menempuhnya dengan kapal laut dengan waktu tempuh enam jam. Sayang, baik pesawat maupun kapal laut jadwalnya masih sangat terbatas.

Untuk kapal laut dua minggu sekali dan pesawat satu minggu sekali. Tak perlu risaukan kendala transportasinya. Begitu menginjakan kaki di tanah Banda, kita dijamin jatuh cinta dengan pulau yang subur ini. Jejak bangsa Eropa yang mendiami pulau ini dapat dilihat dari benteng, istana, gedung perkantoran, dan rumah-rumah. Istana Mini Banda Naira adalah salah satunya. Istana yang jadi tempat tinggal Gubernur jendral VOC JP. Coen ini adalah cikal bakal bentuk Istana Negara yang ada di Jakarta. Berikutnya ada Benteng Belgica. Benteng yang hanya memiliki satu pintu masuk ini masih menyimpan meriam tua didalam bangunannya. Sempatkan untuk menikmati panorama gunung vulkanik dan alam Banda yang memukau dari bagian atas benteng ini (Steling).

Peninggalan orang-orang penting masa nasional juga masih berdiri tegak. Rumah pengasingan wakil presiden pertama Indonesia, Bung Hatta, masih ada lengkap dengan perangkatnya berupa meja, tempat tidur, sampai mesin ketik. Sekolah tempat beliau mengajar anak-anak pulau juga masih ada.

Oya, Laut Banda terkenal sebagai surganya para penggemar kegiatan di air laut. Tiga tahun lalu dipilih menjadi Kawasan Warisan Dunia untuk surga bawah laut di Indonesia, mengalahkan taman laut di kepulauan Raja Ampat (Papua Barat), Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobe (Sulawesi Tenggara) dan Berau (Kalimantan Timur). Taman laut Banda juga surganya terumbu karang. Bentangan terumbu karangnya termasuk luas dan masih asri. Ikan-ikan lucu melayang-layang disela-sela karang dan terumbu. Ikan yang paling banyak ingin dilihat adalah Ikan Napoleon dan Mandarin Fish saking langkanya. Di dunia ini hanya di Laut Banda kita bisa menjumpai ikan-ikan ini dengan mudahnya.

Jadi tunggu apalagi, rencanakan liburan ke Banda Naira segera.

Kontributor: Nurul Wachdiyyah

Tags :